Renungan & Kata Mutiara Gede Prama Siapa yg rajin mengasihi org lain, mahluk lain. Ia akan tersembuhkan, sekurang-kurangnya penyakit tidak memburuk. Bayangkan seorang manusia yg tdk bisa berenang kemudian tercebur ke sungai yg dalam. begitu tercebur ia melawan, akibatnya ia tenggelam dan mati. setelah jadi mayat tubuhnya mengapung. Kehidupan juga serupa, siapa saja yg suka melawan dengan mudah ia tenggelam. begitu berhenti melawan, sungai kehidupan membiarkan ia mengapung di permukaan kehidupan. Ibarat kereta, anak-anak adalah gerbong-gerbong kehidupan yg membawa cinta kita ke serangkaian waktu yg tidak bisa dijangkau badan. Apapun yg kita masukkan ke gerbong-gerbong kehidupan yg bernama anak-anak, sebagian akan terbawa oleh mereka. Perhatikan batu, setiap kali ia disatukan senantiasa bertabrakan dan saling menendang. Berbeda dengan air, ketika ia distukan ia menyatu rapi saling mengisi. Manusia juga serupa, kebanyakan orang pintar berdebat, berbantahan, dan bahkan berkelahi ketika berkumpul terutama karena kepalanya dibuat membatu oleh kepintaran2nya. Berbeda dgn orang bijaksana, ia selentur air, ketika berkumpul, menyatu, berpelukan seperti air. Ada jembatan antara manusia dengan semesta, jembatan tersebut namanya jiwa. Siapa saja yg hidup dalam tatanan jiwa, ia merasakan getaran-getaran semesta, tidak hanya guntur yg berbunyi, tidak saja matahari yg bercahaya, ada bunyi-bunyi lain, ada cahaya-cahaya lain yg menerangi. Badan, pikiran, dan jiwa ini sebenarnya mirip rumah, setiap hari kita menyapunya. setelah debunya hilang, datang kotoran dan seterusnya. Ada banyak jenis sapu, salah satunya perhatian. Dengan perhatian, manusia bisa menyapu, bisa juga mengotori rumah kehidupan. Pelukis ada untuk mengingatkan kita semua kalau manusia juga melukis kehidupan. Setiap tindakan, pikiran dan kata-kata kita menggerakkan kuas berisi diatas kertas kehidupan. Bayangkan anda dikirimi sekantong plastik yg berisi kotoran sapi oleh tetangga, bagaimanakah reaksi anda? Sebagian besar responnya marah, namun ada segelintir sahabat yg berespon jernih, “jangan-jangan tetangga melihat tanaman saya kurang subur”. Anda lihat sendiri, pikiran negatif melihat kotoran sapi sebagi menghina sekaligus menempatkan tetangga sebagai musuh. Pikiran positif melihatnya sebagai pupuk, sekaligus menempatkan tetangga sebagai sahabat. Kejujuran, ketulusan, keiklasan lebih berguna dari teknik meditasi manapun. Tidak ada langkah pembersihan dan pemurnian hidup yg lebih mengagumkan dibandingkan Kejujuran, ketulusan, dan keiklasan. Dalam bahasa orang-orang kuat, cuaca buruk hanya menyisakan pohon-pohon yg kuat dan berkualitas. Demikian juga dgn manusia, setiap badai kehidupan adalah tantangan. Pemberian itu sudah sempurna hanya dengan dilaksanakan. Tanpa dihitung, tanpa ditagih, tanpa diharapkan. Ada juga yang menulis, “The very purpose of spiritual practise is to serve others”. Melayani, itulah satu-satunya tujuan olah spiritual. Seperti petapa yang bisa merubah besi menjadi emas, kasih sayang bisa merubah penderitaan menjadi keagungan. Memancarkan kasih sayang ketika bahagia, semua orang bisa. Namun berbagi kebahagiaan ketika dicaci, hanya manusia mengagumkan yang bisa melaksanakannya. Bagi siapa saja yang sudah kembali ke rumah alami, bisa melihat dari awal hingga akhir semuanya sudah berputar sempurna apa adanya. Serupa air di alam ini. Hujan deras tidak membuat air bertambah, kemarau panjang tidak membuat air berkurang. Ia yang mata spiritualnya terbuka bisa melihat, kebahagiaan tidak melakukan penambahan, kesedihan tidak melakukan pengurangan. orang menyakiti sesungguhnya sedang menderita. Memarahinya hanya akan memperpanjang penderitaannya. Bila judulnya adalah “orang menderita” bukan “orang jahat”, maka energi yang muncul bukannya marah melainkan kesediaan untuk menyayangi. Inilah yang dilakukan para bijaksana sehingga bisa senyum-senyum bahkan ketika disakiti. Punyakah kita pemimpin yang berani menyelamatkan negeri ini dengan ongkos yang besar berupa cacian, makian, injakan? Tahun pertama dicaci, tahun kedua dimaki, tahun ketiga diinjak pakai kaki, kemudian baru kebangkitan mungkin datang. Seperti George Washington, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela sampai HH Dalai Lama. Kehidupan sudah komplit sejak awal hingga akhir. Semua ada tempatnya, semua ada putaran waktunya. Hanya keikhlasan yang menghantar manusia ke wajah kehidupan yang menawan. Dibandingkan dengan tetua yang lebih miskin materi dulu, adakah kita hidup lebih shanti? Dibandingkan dengan tetua yang sebagian buta huruf namun rukun, adakah limpahan sarjana membuat kita lebih shanti? Bila penghormatan terhadap Tuhan di tempat ibadah demikian khusuknya, adakah sahabat yang juga melakukan penghormatan khusuk pada Tuhan yang ada pada suami/istri, orang tua, putera/putri, tetangga, atasan/bawahan, pemerintah, manusia lainnya, binatang, tetumbuhan serta wajah-wajah Tuhan lainnya? Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam, tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang, namun penuh keheningan. Siapa yang mengisi kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan kesempurnaan. Sehat itu indah, karena dengan badan sehat lebih banyak tugas kehidupan yang bisa dilaksanakan. Sakit juga indah, terutama karena sakit adalah kesempatan untuk membayar hutang-hutang karma. Kaya itu baik karena banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan kekayaan. Miskin juga baik, secara lebih khusus karena kemiskinan adalah guru kerendahhatian. Tidak ada kelebihan yang memunculkan kesombongan, tidak ada kesialan yang memicu kemarahan. Sekaligus memberi rahasia indah tentang karma: mengalirlah bersama karma, karena di sana tersembunyi rahasia keindahan kehidupan Di tangga-tangga kebijaksanaan, kalah juga indah. Terutama karena kalah seperti amplas yang menghaluskan kayu yang mau jadi patung mahal, seperti pisau tajam yang melobangi bambu yang akan jadi seruling indah kemudian Sehat adalah waktu untuk bersyukur pada kehidupan, sakit adalah momentum untuk memurnikan jiwa. Tidak mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal. Pendidikan terbaik hanya membuka sebagian pintu kebahagiaan. Sikap hidup terbaik, ia membuka semua pintu kebahagiaan. Terlihat beda jauh wajah, penampilan, bahkan rumah-rumah manusia di mana belas kasih kerap dilaksanakan. Ada kesejukan, ada keteduhan, ada kedamaian. Jangankan menyakiti hati manusia, menginjak rumput pun dipikirkan berulang-ulang. Hidup mirip dengan sekolah. Ketika badai datang, itu tandanya sedang ulangan umum. Begitu selesai, kita naik kelas. Tatkala keseharian kita tenang dan biasa, semua hari adalah hari pencerahan. Kebahagiaan itu bisa dibeli, bukan dengan uang, melainkan dengan sikap rendah hati. Setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar, ia berumur pendek. Hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam yang bisa abadi. Uang dapat membeli rumah, tapi hanya cinta yang bisa membuatnya menjadi rumah kebahagiaan. Bila masih ada orang yang bisa membuat kita bahagia/menderita, itu tandanya saklar kebahagiaan dipegang orang lain. Seorang master memegang saklarnya sendiri. Kebahagiaan adalah apa yang terjadi di dalam diri ketika membuat orang lain bahagia. Jangan merasa anda telah gagal, yang anda perlukan sebenarnya hanyalah banyak latihan dan kegigihan. Bertemu orang marah adalah kesempatan untuk membuat yang bersangkutan kagum akan kesabaran kita. Penyakit tidak hanya datang dari makanan atau minuman, fakta menyebutkan sebagian besar penyakit timbul akibat pikiran yang negatif. Hanya dengan berpikir positif, menyayangi sesama, alam, dan mahluk hidup lainnya, sesungguhnya membuat kita bahagia.

Iklan

One thought on “Renungan & Kata Mutiara Gede Prama Siapa yg rajin mengasihi org lain, mahluk lain. Ia akan tersembuhkan, sekurang-kurangnya penyakit tidak memburuk. Bayangkan seorang manusia yg tdk bisa berenang kemudian tercebur ke sungai yg dalam. begitu tercebur ia melawan, akibatnya ia tenggelam dan mati. setelah jadi mayat tubuhnya mengapung. Kehidupan juga serupa, siapa saja yg suka melawan dengan mudah ia tenggelam. begitu berhenti melawan, sungai kehidupan membiarkan ia mengapung di permukaan kehidupan. Ibarat kereta, anak-anak adalah gerbong-gerbong kehidupan yg membawa cinta kita ke serangkaian waktu yg tidak bisa dijangkau badan. Apapun yg kita masukkan ke gerbong-gerbong kehidupan yg bernama anak-anak, sebagian akan terbawa oleh mereka. Perhatikan batu, setiap kali ia disatukan senantiasa bertabrakan dan saling menendang. Berbeda dengan air, ketika ia distukan ia menyatu rapi saling mengisi. Manusia juga serupa, kebanyakan orang pintar berdebat, berbantahan, dan bahkan berkelahi ketika berkumpul terutama karena kepalanya dibuat membatu oleh kepintaran2nya. Berbeda dgn orang bijaksana, ia selentur air, ketika berkumpul, menyatu, berpelukan seperti air. Ada jembatan antara manusia dengan semesta, jembatan tersebut namanya jiwa. Siapa saja yg hidup dalam tatanan jiwa, ia merasakan getaran-getaran semesta, tidak hanya guntur yg berbunyi, tidak saja matahari yg bercahaya, ada bunyi-bunyi lain, ada cahaya-cahaya lain yg menerangi. Badan, pikiran, dan jiwa ini sebenarnya mirip rumah, setiap hari kita menyapunya. setelah debunya hilang, datang kotoran dan seterusnya. Ada banyak jenis sapu, salah satunya perhatian. Dengan perhatian, manusia bisa menyapu, bisa juga mengotori rumah kehidupan. Pelukis ada untuk mengingatkan kita semua kalau manusia juga melukis kehidupan. Setiap tindakan, pikiran dan kata-kata kita menggerakkan kuas berisi diatas kertas kehidupan. Bayangkan anda dikirimi sekantong plastik yg berisi kotoran sapi oleh tetangga, bagaimanakah reaksi anda? Sebagian besar responnya marah, namun ada segelintir sahabat yg berespon jernih, “jangan-jangan tetangga melihat tanaman saya kurang subur”. Anda lihat sendiri, pikiran negatif melihat kotoran sapi sebagi menghina sekaligus menempatkan tetangga sebagai musuh. Pikiran positif melihatnya sebagai pupuk, sekaligus menempatkan tetangga sebagai sahabat. Kejujuran, ketulusan, keiklasan lebih berguna dari teknik meditasi manapun. Tidak ada langkah pembersihan dan pemurnian hidup yg lebih mengagumkan dibandingkan Kejujuran, ketulusan, dan keiklasan. Dalam bahasa orang-orang kuat, cuaca buruk hanya menyisakan pohon-pohon yg kuat dan berkualitas. Demikian juga dgn manusia, setiap badai kehidupan adalah tantangan. Pemberian itu sudah sempurna hanya dengan dilaksanakan. Tanpa dihitung, tanpa ditagih, tanpa diharapkan. Ada juga yang menulis, “The very purpose of spiritual practise is to serve others”. Melayani, itulah satu-satunya tujuan olah spiritual. Seperti petapa yang bisa merubah besi menjadi emas, kasih sayang bisa merubah penderitaan menjadi keagungan. Memancarkan kasih sayang ketika bahagia, semua orang bisa. Namun berbagi kebahagiaan ketika dicaci, hanya manusia mengagumkan yang bisa melaksanakannya. Bagi siapa saja yang sudah kembali ke rumah alami, bisa melihat dari awal hingga akhir semuanya sudah berputar sempurna apa adanya. Serupa air di alam ini. Hujan deras tidak membuat air bertambah, kemarau panjang tidak membuat air berkurang. Ia yang mata spiritualnya terbuka bisa melihat, kebahagiaan tidak melakukan penambahan, kesedihan tidak melakukan pengurangan. orang menyakiti sesungguhnya sedang menderita. Memarahinya hanya akan memperpanjang penderitaannya. Bila judulnya adalah “orang menderita” bukan “orang jahat”, maka energi yang muncul bukannya marah melainkan kesediaan untuk menyayangi. Inilah yang dilakukan para bijaksana sehingga bisa senyum-senyum bahkan ketika disakiti. Punyakah kita pemimpin yang berani menyelamatkan negeri ini dengan ongkos yang besar berupa cacian, makian, injakan? Tahun pertama dicaci, tahun kedua dimaki, tahun ketiga diinjak pakai kaki, kemudian baru kebangkitan mungkin datang. Seperti George Washington, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela sampai HH Dalai Lama. Kehidupan sudah komplit sejak awal hingga akhir. Semua ada tempatnya, semua ada putaran waktunya. Hanya keikhlasan yang menghantar manusia ke wajah kehidupan yang menawan. Dibandingkan dengan tetua yang lebih miskin materi dulu, adakah kita hidup lebih shanti? Dibandingkan dengan tetua yang sebagian buta huruf namun rukun, adakah limpahan sarjana membuat kita lebih shanti? Bila penghormatan terhadap Tuhan di tempat ibadah demikian khusuknya, adakah sahabat yang juga melakukan penghormatan khusuk pada Tuhan yang ada pada suami/istri, orang tua, putera/putri, tetangga, atasan/bawahan, pemerintah, manusia lainnya, binatang, tetumbuhan serta wajah-wajah Tuhan lainnya? Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam, tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang, namun penuh keheningan. Siapa yang mengisi kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan kesempurnaan. Sehat itu indah, karena dengan badan sehat lebih banyak tugas kehidupan yang bisa dilaksanakan. Sakit juga indah, terutama karena sakit adalah kesempatan untuk membayar hutang-hutang karma. Kaya itu baik karena banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan kekayaan. Miskin juga baik, secara lebih khusus karena kemiskinan adalah guru kerendahhatian. Tidak ada kelebihan yang memunculkan kesombongan, tidak ada kesialan yang memicu kemarahan. Sekaligus memberi rahasia indah tentang karma: mengalirlah bersama karma, karena di sana tersembunyi rahasia keindahan kehidupan Di tangga-tangga kebijaksanaan, kalah juga indah. Terutama karena kalah seperti amplas yang menghaluskan kayu yang mau jadi patung mahal, seperti pisau tajam yang melobangi bambu yang akan jadi seruling indah kemudian Sehat adalah waktu untuk bersyukur pada kehidupan, sakit adalah momentum untuk memurnikan jiwa. Tidak mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal. Pendidikan terbaik hanya membuka sebagian pintu kebahagiaan. Sikap hidup terbaik, ia membuka semua pintu kebahagiaan. Terlihat beda jauh wajah, penampilan, bahkan rumah-rumah manusia di mana belas kasih kerap dilaksanakan. Ada kesejukan, ada keteduhan, ada kedamaian. Jangankan menyakiti hati manusia, menginjak rumput pun dipikirkan berulang-ulang. Hidup mirip dengan sekolah. Ketika badai datang, itu tandanya sedang ulangan umum. Begitu selesai, kita naik kelas. Tatkala keseharian kita tenang dan biasa, semua hari adalah hari pencerahan. Kebahagiaan itu bisa dibeli, bukan dengan uang, melainkan dengan sikap rendah hati. Setiap kebahagiaan yang bergantung dari luar, ia berumur pendek. Hanya pohon kebahagiaan yang berakar ke dalam yang bisa abadi. Uang dapat membeli rumah, tapi hanya cinta yang bisa membuatnya menjadi rumah kebahagiaan. Bila masih ada orang yang bisa membuat kita bahagia/menderita, itu tandanya saklar kebahagiaan dipegang orang lain. Seorang master memegang saklarnya sendiri. Kebahagiaan adalah apa yang terjadi di dalam diri ketika membuat orang lain bahagia. Jangan merasa anda telah gagal, yang anda perlukan sebenarnya hanyalah banyak latihan dan kegigihan. Bertemu orang marah adalah kesempatan untuk membuat yang bersangkutan kagum akan kesabaran kita. Penyakit tidak hanya datang dari makanan atau minuman, fakta menyebutkan sebagian besar penyakit timbul akibat pikiran yang negatif. Hanya dengan berpikir positif, menyayangi sesama, alam, dan mahluk hidup lainnya, sesungguhnya membuat kita bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s